Selasa, 10 Desember 2019

CONTOH LINK YOUTUBE

LINK YUTUBE KLIK DISINI

KOLEKSI 1

Sistem Informasi Manajemen, Chief Information Officer, Perencanaan Strategi dan Evaluasi Fungsinya


Makalah
Sistem Informasi Manajemen
Tentang :
Sistem Informasi Manajemen, Chief Information Officer, Perencanaan Strategi dan Evaluasi Fungsinya






Kelompok XIV:
Yulma Elmiani
Amrina Rosyada
Nurul Arafah

Dosen pembimbing :
Titin Sumarni,M.Kom


PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH
JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) BENGKALIS

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan  makalah ini dengan judul Sistem Informasi Manajemen, Chief Information Officer, Perencanaan Strategi dan Evaluasi Fungsinya.
            Ucapan terima kasih kepda semua pihak yang telah membantu kelancaran, memberikan masukan serta ide-ide untuk menyusun makalah ini terutama untuk anggota kelompok XIV.
Kami selaku penyusun telah berusaha sebaik mungkin untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak mustahil apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan. Oleh karena itu kami memohon saran yang dapat kami jadikan motivasi untuk menyempurnakan pedoman dimasa yang akan datang.
                                                                                  
Bengkalis,  01 oktober  2019


Penyusun
                                            




























DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI ......................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ............................................................................................1
B.    Rumusan Masalah........................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A.    Sistem Informasi Manajemen........... ..............................................................2
B.     Chief Information Officer...............................................................................3
C.     Perencanaan strategi Sistem informasi manajemen..........................................3
D.    Evaluasi Fungsi Sistem Informasi Manajemen.................................................5

      BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan .................................................................................................7
B.    Saran ...........................................................................................................7

      DAFTAR PUSTAKA 































BAB I 
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Informasi merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi oleh umat manusia, karena informasi merupakan suatu kebutuhan primer. Tanpa informasi internal maupun eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal harus disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern.
            Kemajuan alat komunikasi pada milenium ketiga semakin mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan.  Oleh karena itu fokus utama dari sistem informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan keputusan. 
            Sistem informasi manajemen telah ada jauh sebelum teknologi informasi yang berbasiskan komputer hadir. Akan tetapi dengan adanya komputer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam teknologi informasi, komputer telah dengan menakjubkan mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan menyajikan informasi yang tidak memerlukan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mengolahnya.
            Dalam kenyataannya, Peran Sistem Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi mereka, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam aplikasinnnya suatu perusahaan perlu mempertimbangkan kepentingan penggunaan sistem informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah tenaga kerja, pola komunikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia bisnis dalam lingkungannya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan sistem informasi manjemen?
2.      Apa yang dimaksud dengan chief information officer?
3.      Bagaimana perencanaan strategi sistem informasi manjemen?
4.      Bagaimana evaluasi fungsi sistem informasi manjemen?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sistem Informasi Manajemen
1.      Pengertian Sistem Informasi Manajemen
       Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem perencanaan di dalam perusahaan yang melibatkan pengendalian internal seperti pemanfaatan sumber daya, dokumen, teknologi, dan akuntansi manajemen sebagai salah satu strategi dalam bisnis.
       Pada intinya, sistem informasi manajemen dalam bisnis atau perusahaan bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan hingga menganalisa informasi dan kemudian disebarkan untuk tujuan yang spesifik.
       Menurut Raymond McLeod Jr, pengertian management information system adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama.
2.      Tujuan Sistem Informasi Manajemen
·         Pengumpulan data dapat menyediakan informasi yang bisa mendukung pengambilan keputusan.
·         Informasi berguna dalam perencanaan, pengendalian, evaluasi dan juga perbaikan lanjutan.
·         Sistem informasi bisa dipergunakan sebagai dasar untuk perhitungan harga produk, jasa maupun untuk tujuan lainnya sesuai yang diinginkan manajemen.
3.      Fungsi Sistem Informasi Manajemen
·         Mempermudah manajer untuk merencanakan, mengawasi, mengarahkan dan mendelegasikan pekerjaan kepada semua anggota tim melalui hubungan satu komando atau koordinasi.
·         Data yang tersaji menjadi lebih efektif dan efisien serta lebih akurat dan tepat waktu.
·         Dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas namun menurunkan biaya organisasi.
·         Melalui sistem kerja yang terkoordinir dengan baik dan sistematis dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
            Management information system mengatur bagaimana interaksi di dalam perusahaan maupun perusahaan dengan lingkungan bisa bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku, misalnya dalam sistem informasi produksi, sistem informasi pemasaran maupun dalam kegiatan lainnya.

B.     Chief Information Officer
            Chief Information Officer (CIO) adalah sebuah jabatan yang umumnya diberikan kepada seseorang dalam sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas teknologi informasi dan sistem komputer yang mendukung tujuan perusahaan.
            Sejalan dengan semakin pentingnya sistem informasi dan teknologi informasi (SITI), CIO telah dipandang banyak oranisasi sebagai sebuah kontributor kunci dalam memformulasikan tujuan strategis. Di banyak perusahaan, seorang CIO bertanggung jawab langsung terhadap Chief Executive Officer (CEO). Pada beberapa perusahaan, seorang CIO duduk dalam jajaran eksekutif. Biasanya, seorang CIO dalam sebuah perusahaan besar mendelegasikan keputusan teknis kepada karyawan/staf yang lebih familiar dengan detail. Biasanya, seorang CIO mengusulkan teknologi informasi yang akan dibutuhkan sebuah perusahaan untuk mencapai tujuannya dan kemudian bekerja dalam anggaran untuk mengimplemntasikan rencana tersebut.
            Biasanya, seorang CIO terlibat dengan menganalisis dan proses pengerjaan ulang bisnis yang ada, dengan mengidentifikasi dan mengembangkan kemampuan untuk menggunakan alat-alat baru, dengan membentuk kembali infrastruktur fisik perusahaan dan akses jaringan, dan dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber-sumber pengetahuan perusahaan. Banyak CIO memimpin upaya perusahaan untuk mengintegrasikan Internet dan World Wide Web ke dalam kedua strategi jangka panjang dan rencana bisnis jangka pendek.

C.     Perencanaan strategi Sistem informasi manajemen
1.      Pengertian Perencanaan
      Perencanaan adalah aktivitas untuk menyusun, merencanakan apa yang menjadi tujuan perusahaan serta bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Rencana suatu organisasi mencerminkan harapan mengenai lingkungan, harapan mengenai kemampuan organisasi, dan keputusan yang telah dibuat tentang persoalan  seperti alokasi sumber daya dan pengarahan upaya. Rencana organisasitidak ditetapkan secara mekanis. Rencana sangat bergantung kepada orang yang menjadikan organnisasi.
       Dalam kegatan manajemen terdapat 3 tingkatan perencanaan yaitu
a.       Perencanaa strategic : penetapan sasaran organisasi,
b.      Perencanaan taktis : pengalokasian sumber daya akan diperoleh, diorganisasikan, dan dipakai
c.       Perencanaan operasional : tentang efisiensi prestasi.
            Sasaran sistem informasi yaitu pemberian bantuan dalam rumusan, kuantifikasi klasifikasi dan penggunaan harapan tersebut. Perencanaan data akan memiliki keterandalan yang tinggi kalau prosedur perencanaan menghasilkan hasil yang serupa bagi berbagai perencana yang berbeda.  Keterandalan data dipengaruhi oleh sumberdata, pengaruh rencana pada hasilnya kecermatan yang dikehendaki, dan waktu.
2.      Perencanaan Strategi Sistem Informasi Manajemen
       Definisi dari perencanaan strategi sistem informasi adalah suatu proses analisis secara menyeluruh dan sistematis dalam merumuskan tujuan dansasaran perusahaan, serta menentukan strategi yang memanfaatkan kelebihandari sistem informasi dan dukungan teknologi informasi dalam menunjangstrategi bisnis dan memberikan keunggulan kepada perusahaan dalam bersaing.
       Beberapa alasan yang menyebabkan perlunya bagi suatu perusahaan untuk memiliki suatu strategi system informasi atauteknologi informasi
a.       Adanya investasi untuk pengadaan SI/TI yang tidak mendukung sasaran bisnissuatu organisasi
b.      SI/TI yang ada tidak terkontrol
c.       Sistem tidak teintegrasi sehingga data bersifat tersebar sehingga sangat mungkinterjadi kerangkapan data dan hilangnya keterkaitan antar sumber daya informasi.
d.      Organisasi tidak memiliki skala prioritas dalam mengembangkan proyek SI/TI,sehingga sangat sering terjadi perubahan dan tambal sulam yang akhirnyamenurunkan produktivitas organisasi.
e.       Manajemen informasi yang buruk dan tidak akurat.
f.       Strategi SI/TI tidak sejalan dengan strategi bisnis organisasi.
g.      Proyek SI/TI hanya dievaluasi untuk kepentingan keuangan semata.
3.      Model Perencanaan Strategi Sistem Informasi
a.   Lingkungan bisnis internal organisasi
Merupakan strategi bisnis yang digunakan pada masa sekarang, tujuan, sumberdaya, proses dan budaya organisasi serta nilai dari bisnis itu sendiri.
b.   Lingkungan bisnis eksternal organisasi
Pada tahap ini dilakuakan analisis faktor-faktor di luar organisasi yangmempengaruhi kinerja organisasi, yang mencakup aspek-aspek ekonomi, industri,dan iklim bersaing perusahaan.
c.   Lingkungan internal SI/TI
Pada tahap ini akan dilakukan analisis yang mencakup kondisi SI/TI organisasidari perpektif bisnis saat ini bagaimana kematangannya (maturity), bagaimana kontribusi terhadap bisnis, keterampilan sumber daya manusia, sumber daya dan infrastruktur teknologi, termasuk juga bagaimana portofolio dari SI/TI yang adasaat ini.
d.   Lingkungan eksternal SI/TI
Pada tahap ini dilakukan analisis kondisi teknologi SI/TI yang berkembang saatini yang mencakup tren teknologi dan peluang pemanfaatannya, serta penggunaanSI/TI oleh kompetitor, pelanggan dan pemasok. Dari hasil ini akan diperoleh peluang teknologi SI/TI yang dapat digunakan dalam mendukung strategiorganisasi.


D.    Evaluasi Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Suatu aplikasi sistem informasi dapat dievaluasi menurut beberapa ukuran, yaitu
·         Kelayakan teknis (Technical Feasilibility) : Evaluasi kelayakan teknis menilai apakah aplikasi sistem informasi dapat dikerjakan dengan teknologi yang tersedia pada organisasi atau perlu pengadaan baru. Dan jika perlu pengadaan baru apakah dapat diperoleh dengan mudah dan cepat.
·         Kelayakan operasional (Operational Feasibility)
·         Evaluasi kelayakan operasional menilai apakah aplikasi sistem informasi dapat dikerjakan dan berhasil dan apakah sistem sedang atau telah dipakai.
·         Kelayakan ekonomis (Economic Feasibility)
        Evaluasi kelayakan ekonomis menilai apakah manfaat aplikasi sistem informasi melebihi biaya-biaya yang harus dikeluarkan dan apakah sistem mampu memberikan penambahan manfaat.
1.      Penghitungan manfaat secara kuantitatif dari aplikasi SIM.
Nilai suatu aplikasi SIM dapat bersifat :
  • Ekonomis, Manfaat Ekonomis adalah manfaat yang menyebabkan perbaikan dalam penghasilan atau memperkecil biaya.
  • Non Ekonomis, Manfaat non ekonomis adalah berhubungan dengan mutu hidup manusia. Manfaat non ekonomis cenderung lebih sulit untuk diukur karena sangat sulit untuk memperkirakan seberapa besar angka manfaat yang berhasil diperoleh dari penerapan aplikasi sistem informasi.
Dua pendekatan metoda yang dapat membantu penghitungan ini yaitu :
·         Metoda perkiraan langsung atas nilai aplikasi oleh pihak-pihak yang paham tentang SIM
·         Metoda biaya kurang/lebih dari angka tertentu yang ditetapkan sebelumnya.
2.      Analisis biaya manfaat dari alternatif desain SIM.
       Dalam evaluasi sistem informasi telah diperhatikan berbagai alternative desain. Alternative ini harus ddianalisis menurut biaya dan manfaatnya. Contoh dalam faktor desain adalah waktu tanggapan,penampilan perincian, dan mutu informasi.














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem perencanaan di dalam perusahaan yang melibatkan pengendalian internal seperti pemanfaatan sumber daya, dokumen, teknologi, dan akuntansi manajemen sebagai salah satu strategi dalam bisnis. Sejalan dengan semakin pentingnya sistem informasi dan teknologi informasi (SITI), CIO telah dipandang banyak oranisasi sebagai sebuah kontributor kunci dalam memformulasikan tujuan strategis.              perencanaan strategi sistem informasi adalah suatu proses analisis secara menyeluruh dan sistematis dalam merumuskan tujuan dansasaran perusahaan, serta menentukan strategi yang memanfaatkan kelebihandari sistem informasi dan dukungan teknologi informasi dalam menunjangstrategi bisnis dan memberikan keunggulan kepada perusahaan dalam bersaing.

B.     Saran
            Pembuatan makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, karena keterbatasan sumber yang kami peroleh. Sehingga isi dari makalah ini masih bersifat umum, oleh karena itu kami harapkan agar pembaca bisa mecari sumber yang lain guna membandingkan dengan pembahasan yang kami buat, guna mengoreksi bila terjadi kesalahan dalam pembuatan makalah ini.















DAFTAR PUSTAKA

Raymond McLeod, Jr. System Informasi Manajemen,penerjemah: Hendra Teguh SE,AK. editor: Hardi Sukardi MBA,Msc.,SE (MM – UI).
Gordon B. Davis, Kerangka Dasar System Informasi Manajemen Bagian I Pengantar.
Husein, Muhammad Fakhri dan Amin Wibowo.2002. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : UPP AMP YKPN,
O’Brien, James A.2005. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta : Salemba Empat,